Rabu, 17 Agustus 2011

Pengertian Pajak, Retribusi dan Sumbangan


PAJAK
Kelancaran dan keberhasilan pembangunan suatu negara merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu bentuk tanggung jawab masyarakat kepada negara adalah dengan membayar pajak. Pajak merupakan suatu kewajiban sekaligus bentuk pengabdian dan peran aktif warga negara dalam rangka ikut melaksanakan pembangunan nasional.

Pajak menurut Pasal 1 UU No.28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan adalah "kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat
Contoh : PPH, PPN, PPn, PBB dan Bea Materai. 
Definisi pajak yang terkenal dalam dunia akademik dikemukakan oleh Prof. Rochmat Soemitro yaitu :
Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkanundang-undang (yang dapat dipaksakandengan tidakmendapat jasa timbal balik yang langsung dapat ditunjukkandan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
Dari pengertian-pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan ciri-ciri yang melekat pada pengertian pajak, adalah sebagai berikut :
  1. Pembayaran pajak harus berdasarkan Undang-undang 
  2. Sifat dapat dipaksanakan 
  3. Tidak ada kontra prestasi (imbalan)yang langsung dapat dirasakan pembayar pajak 
  4. Pemungutan pajak dilakukan oleh negara baik pemerintah pusat maupun daerah; 
  5. Pajak digunakan untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran pemertintah.
RETRIBUSI
Retribusi adalah iuran kepada negara berdasarkan Undang-undang Perpajakan yang pengenaannya dapat di paksakan dan mendapat kontra prestasi secara langsung yang dipergunakan untuk keperluan pemerintah daerah. Contoh : Retribusi Parkir, Galian Pasir, kebersihan
Karakteristik retribusi : 
  1. Retribusi dipungut dengan berdasarkan peraturan-peraturan (yang berlaku umum). 
  2. Dalam retribusi, prestasi yang berupa pembayaran dari warga masyarakat akan mendapatkan jasa timbal langsung yang ditujukan pada individu yang membayarnya. 
  3. Uang hasil retribusi digunakan bagi pelayanan umum berkait dengan retribusi yang bersangkutan. 
  4. Pelaksanaannya dapat dipaksakan, biasanya bersifat ekonomis.
SUMBANGAN
Sumbangan adalah sebuah pemberian pada umumnya bersifat secara pisik oleh perorangan atau badan hukum, pemberian ini mempunyai sifat sukarela dengan tanpa adanya imbalan bersifat keuntungan. Contoh : Sumbangan Pembangunan Masjid
Karakteristik Sumbangan :
  1.  Sumbangan dipungut berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku dan mengikat umum 
  2. Dalam sumbangan, kontraprestasi diperoleh bukan karena membayarnya secara individual melainkan secara kelompok. 
  3. Pelaksanaannya dapat dipaksakan, tetapi tidak bersifat ekonomis seperti halnya retribusi, melainkan hanya bersifat yuridis
Perbedaan Pajak, Retribusi dan Sumbangan
Pajak, tidak ada jasa timbal balik secara langsung, pelaksanaanya dapat dipaksakan secara hukum
Retribusi, ada jasa timbal balik secara langsung pada perseorangan, pelaksanaanya tidak dapat dipaksakan secara hukum, tetapi bersifat ekonomis kepada pembayar retribusi.
Sumbangan, ada jasa timbal balik secara langsung kepada sekelompok orang, pelaksanaanya bersifat ekonomis, tetapi pada sekelompok orang.

Persamaan Pajak, Retribusi dan Sumbangan
Ketiganya termasuk dalam pungutan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar